REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
Prodi Pend.Matematika B
Program Pascasarjana
Universitas Negeri Yogyakarta

Pertemuan ke 9
Kamis, 9 November 2017
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.



Pada pertemuan ke sembilan, perkuliahan kali ini tema nya tentang mencari tokoh. Diadakan tes jawab singkat seperti biasanya, yang bermanfaat agar menjadikan mahasiswa paham siapa tokoh-tokoh besar di bidang filsafat, matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Berikut adalah ulasannya.
  1. Tokohnya paradoks adalah zeno.
  2. Tokohnya paradoks himpunan adalah Sir Bertrand Russel
  3. Tokohnya komputer adalah Alan Turing
  4. Tokohnya himpunan adalah Venn
  5. Tokohnya kosong adalah Satre
  6. Tokohnya isi adalah Plato
  7. Tokohnya wadah adalah Plato
  8. Tokohnya kontradiksi adalah Immanuel Kant
  9. Tokohnya transenden adalah Immanuel Kant
  10. Tokohnya sebab akibat adalah David Hume
  11. Tokohnya bahasa matematika adalah Wittgenstein
  12. Tokohnya hermenitik adalah Habermas
  13. Tokohnya fatal adalah Parmenides
  14. Tokohnya vital adalah Heraclitus
  15. Tokohnya ideal adalah Plato
  16. Tokohnya republik adalah Plato
  17. Tokohnya menjawab adalah Socrates
  18. Tokohnya bertanya adalah Socrates
  19. Tokohnya formal  adalah Hilbert
  20. Tokohnya lengkap adalah Hilbert
  21. Tokohnya tak lengkap adalah Godel
  22. Tokohnya lumpur adalah Mark
  23. Tokohnya berkah filsafat adalah Plotinus
  24. Tokohnya logos adalah Thales
  25. Tokohnya ontologi tindakan adalah Imam Ghazali

Topik-topik dalam filsafat itu identik dengan tokoh-tokohnya. Jika kita tidak mengenali tokohnya, maka kita tidak mengerti filsafat, karena filsafat itu adalah pikiran para filsuf.  Filsafat itu terdiri dari, ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Aksiologi itu sendiri terdiri dari etik (benar atau salah) dan estetika (keindahan).  Paradoks zeno menyebutkan bahwa kita tidak akan pernah sampai ke tujuan, karena sebelum sampai ke tujuan, kita harus melampaui separo dari tujuan kita. Sebelum sampai ke separo tujuan, kita harus melalui seperempatnya, demikian seterusnya. Sehingga kita tidak akan pernah sampai ke tujuan kita.  Itulah yang dimaksud dengan logika dan analitik. Meskipun belum tentu cocok dengan kenyataannya. Sebenar-benar filsafat adalah diri kita sendiri. Berfikir refleksi itulah filsafat. Jikak kita sudah mulai bertanya mengapa, maka kita sudah termasuk berfilsafat. Sebenar-benar paradoks, sebenar-benar pertentangan atau kontradiksi itu adalah ilmu. Ilmu itu ada di antara dua hal. Ada di perbatasan. Alan Turing adalah seorang penjembatan antara langit dan bumi. Seorang filsuf itu adalah karyanya.  Adanya seorang filsuf karena ada karya-karyanya. hidup itu adalah sustain dan accountable. Salah satu enzim dari hermenitika adalah bahasa dan komuikasi. Demikianlah refleksi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfa’at.

Comments