REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
Prodi Pend.Matematika B
Program Pascasarjana
Universitas Negeri Yogyakarta

Pertemuan ke7
Kamis, 26 Oktober 2017
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.


Seperti perkuliahan sebelumnya, hari ini juga diadakan tes jawab singkat di awal perkuliahan. Tes jawab singkat ini untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa dikelas mata kuliah filsafat ilmu tentang seberapa jauh mereka sudah memahami  atau membaca tulisan-tulisan Pak Marsigit yang ada di blog beliau. Berikut adalah soal, jawaban dan pembahasannya.
  1. Apa itu misal? Misal itu adalah pondamen. Jika tidak ada permisalan maka tidak ada perhitungannya
  2. Apa itu diketahui? Diketahui adalah pondamen. Pengetahuan adalah pondamen bagi pengetahuan berikutnya.
  3. Panjang sisi? Itu adalah kuantitatif
  4. Suatu segitiga? Itu adalah obyek pikir.
  5. Hitunglah. Itu merupakan suatu determine. Seseorang yang senang menyuruh-nyuruh orang lain adalah determinism.
  6. Hitunglah luasnya! Jawabannya adalah teologi. Luasnya belum bisa diketahui.
  7. Sidin. Jawabannya adalah subyek.
  8. Adalah. Jawabannya adalah identitas
  9. Seorang. Ini merupakan suatu wadah
  10. Petani. Ini merupakan suatu predikat.
  11. Mempunyai. Ini adalah suatu kuasa. Jika kita mempunyai anak, kita berkuasa untuk menelpon, bertanya dan sebagainya.
  12. Ladang. Ini merupakan sifat.
  13. Seluas. Ini juga merupakan sifat. Makna itu terkait dengan konteksnya. Bisa saja ladang itu mempunyai makna yang berbeda.
  14. Dua. Ini merupakan subyek. Di tempat lain, dua bisa berarti kuantitatif. Karena dua terikat oleh hektar.
  15. Hektar. Ini adalah predikat yang bersandingan dengan kata sebelumnya, yaitu dua.
  16. Ditanami. Ini adalah mengada.
  17. Jagung. juga merupakan suatu predikat.
  18. Laba.  Merupakan sifat.
  19. Dan. Ini adalah sintetik. Sesuatu yan gbertambah itu merupakan sintetik.
  20. Ditabung. Ini merupakan kata mengada.
  21. Menyicil. Ini adalah suatu infinite regress.
  22. Harley, adalah yang ada.
  23. Davidson, juga merupakan yang ada.
  24. Adanya. Itu merupakan kodrat.
  25. Cuma. Itu adalah mengada.

Setelah semua pertanyaan selesai dijawab. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman di kelas. Salah satu dari kami bertanya apa itu Teologi? Sesuatu yang berkaitan dengan masa depan adalah teologi.  Tokohnya adalah Immanuel Kant. Sebenar-benar ilmu itu ada di perbatasan. Dan di perbatasan itulah menembus ruang dan waktu.  Secara metafisik, didunia ini tidak ada benda yang lancip. Bahkan jarum yang tajam sekalipun bukan benda yang lancip, karena ujung dari jarum tersebut merupakan kumpulan atom yang berputar. Teman yang lain bertanya tentang bagaimana pandangan filsafat tentang pria dan wanita? Pria dan wanita secara filsafat itu adalah potensi. Potensi itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Potensi itu ada dua, yaitu potensi takdir dan potensi ikhtiar, potensi terpilih dan potensi memilih. Kenapa menjadi wanita, karena terpilih. Kemudian teman yang lain bertanya tentang ketidakpastian. Ketidakpastian adalah awal dari ilmu. Itulah yang disebut skeptisism, tokohnya adalah Rene Descartes, filsafat keragu-raguan. Rene Descartes bisa menemukan hakekat dari suatu metafisik setelah meragukan semuanya, termasuk meragukan tuhan dalam rangka meragukan tuhan (hal yang tidak kita setujui).  Awalnya adalah karena suatu kebingungan, dikarenakan tidak  bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan.  Kemudian pertanyaan yang lain yaitu bagaimana menjadi orang yang bijaksana? Apapun yang kita lakukan dalam rangka untuk menjadi orang yang bijaksana, belum tentu bisa tercapai. Bijaksana absolut hanya milik Tuhan atau orang yang dipilih (Nabi dan Rasul). Sedangkan kita sebagai manusia biasa hanya bisa berusaha untuk menjadi bijaksana. Bijaksana timur dan bijaksana barat, tentu saja berbeda. Di negara bagian timur, orang-orang disebut bijaksana jika dia mampu memberi. Sedangkan di negara bagian barat, orang-orang disebut bijaksana njika dia mampu mencari. 

Comments