REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
Pertemuan ke 6
Kamis, 19
Oktober 2017
Dosen
pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Seperti
biasanya perkuliahan hari ini dimulai dengan tes jawab singkat berisi 25 soal yang diberikan oleh
pak Marsigit. Kemudian diberikan jawaban dan pembahasan dari soal-soal
tersebut. Berikut adalah soal , jawaban/ pembahasannya.
- Apa itu sebab? Sebab itu adalah pondamen
- Apa itu akibat? Akibat itu pengada
- Sebab dari sebab itu elum tentu sebab
- Sebab dari akibat itu belum tentu sebab
- Akibat dari akibat itu belum tentu akibat
- Sebab akibat itu tesis
- Akibat dari sebab belum tentu akibat
- Sebab dari sebab dari sebab belum tentu sebab
- Akibat dari akibat dari akiat belum tentu akibat
- Sebab akibat akibat sebab itu tesis
- Dari mana sebab? Dari potensi
- Darimana akiat? Dari mengada
- Kenapa sebab berakibat? Karena pikiran
- Kenapa sebab tak berakibat? Karena tidak mengada
- Sebab dari akibat akibat belm tentu sebab
- Akibat dari sebab sebab belum tentu akibat
- Kemanakah sebab itu? Infinite regress
- Kemanakah akiat itu? Infinite regress
- Apakah sebab itu? Sebab subyektif
- Apakah akibatku itu? Akibat subyektif
- Apakah sebabmu? Sebab subyektif
- Apakah akibatmu? Akibat subyektif
- Ini sebab apa? Sebab terpilih (jika kita sudah bisa menyebut ini, maka itu merupakan yang terpilih)
- Dimana sebab yang lain? di epoke. Epoke itu adalah komponen, metode fenomenologi. Baik sadar maupun tidak, kita sebagai manusia selalu menggunakan epoke. Tetapi hanya orang-orang yang belajar filsafat saja yang menyadari penggunaannya. Bahkan hewan pun menggunakan epoke. Epoke itu seperti ibaratnya gudang yang ada didalam pikiran, tempat meletakkan hal-hal yang tidak kita pikirkan. Contohnya jika seseorang pria mempunyai istri, maka para wanita lainnya yang tidak akan dipikirkan oleh lelaki tersebut masuk kedalam epoke. Dengan adanya epoke itulah maka manusia dapat memilih dan berkonsentrasi. Itulah kodrat manusia.
- Apakah sebab asbolut? Sebab prima, yaitu kuasa tuhan
Inti dari fenomenologi adalah abstraksi dan idealisasi. Abstraksi adalah memilih satu diantara sifat,
sehingga sifat-sifat yang lainnya ditaruh didalam epoke. Dari sekian banyak
kegiatan, harus ada yang kita pilih. Jika kita tidak bisa menentukan pilihan, 1
jam saja kita hanya akan diam ditempat dan tidak kemana-mana. Orang awam akan
menyebutnya gila atau stress, karena tidak bisa menentukan prioritas. Seorang
teman bertanya sampai dimana batas kemampuan seorang manusia. Dijawab oleh Pak
Marsigit, bahwa untuk mengetahui batas kemampuan kita, maka bergaullah dengan
manusia. Itulah hermenitika. Hermeneutika adalah dalam filsafat yang jika
diturunkan menjadi interaksi, naik sedikit menjadi silaturahmi. Terdiri dari
berbagai level. Teman yang lain bertanya tentang pendapat bahwa sebenar-benar
filsafat adalah pola bahasa. Kemudian orang-orang yang mempelajari bahasa dan
sastra juga mengolah bahasa, maka apa batasan dari filsafat dan sastra. Jawaban
nya adalah jika kita hanya berhenti sampai pada pemikiran bahwa sebenar-benar
filsafat adalah pola bahasa, maka kita sudah termakan mitos. Bisa saja kita
menyatakan bahwa sebenar-benar filsafat adalah berfikir, dan ditempat lain kita
mengatakan hal yang berbeda. Filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin
ada. Jika kita mendefinisikan filsafat
hanya dari pernyataan ahli filsafat tertentu, maka kita telah termakan mitos.
Setiap orang bisa mendefinisikan filsafat. Perkara kita di suatu saat harus mendefinisikan
tergantung ruang dan waktu.
Comments
Post a Comment