REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
Pertemuan ke 3
Kamis, 28 September s2017
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.



Pada pertemuan ke tiga, Pak Marsigit memulai dengan memberikan 25 soal tes tertulis jawab singkat, yang kemudian diberikan pembahasannya dari jawabannya. Berikut adalah soal-soal dan jawabannya.
1.        Ruangnya dimana? Jawaban: Kapan? Ruang itu adalah waktu. Kita tidak akan memahami ruang jika tidak menggunakan waktu. Ruang itu adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Bahkan hal-hal yang belum kita ketahui. Dalam filsafat, hal yang ada itu adalah hal yang ada di dalam pikiran. Tidak harus hal-hal yang bisa di rasakan oleh panca indera. Sedangkan yang mungkin ada, hal-hal yang berpotensi ada. Contoh dari hal-hal yang mungkin ada misalnya, jika kita belum mengetahui nama dari cucu kedua Pak Marsigit, dan kita belum pernah mendengar sebelumnya, maka hal tersebut mungkin ada, dan berpotensi ada. Jika kita telah diberitahukan nama nya, maka hal tersebut menjadi ada dalam pikiran kita. Sebenar-benar ukuran seseorang bisa bisa berfilsafat adalah mampu menjelaskan hal-hal yang tersulit pun dengan bahasa yang mudah dipahami bahkan oleh orang awam sekalipun.
2.        Jam berapa? Jawaban: dimana? Kita bisa memahami ruang karena waktu. Kita bisa memahami waktu dengan ruang.
3.        Anda itu apa? Jawaban: hakekat
4.        Anda siapa? Potensi. Semua yang ada dan yang mungkin ada itu adalah potensi. Contohnya gunung itu berpotensi untuk meletus.
5.        Anda darimana? Terpilih. Potensi itu terdiri dari dua jenis, yaitu potensi takdir dan potensi ikhtiar. Atau potensi terpilih dan potensi memilih. Batu adalah potensi terpilih, karena hukum alam.
6.        Anda kemana? Memilih. Kita bisa memilih yang ada dan yang mungkin ada.
7.        Anda dimana? Di perbatasan
8.        Anda dengan siapa? Dengan keputusan, jika kita tidak bisa memutuskan, kita tidak akan bisa kemana-mana. Jika di ambil jawaban spiritual, maka jawabannya adalah dengan Tuhan. Sebenar-benar bijaksana adalah bisa mengambil keputusan.
9.        Siapa awalan anda? Kesadaran
10.    Dimana akhiranmu? Awalan
11.    Siapa kekasihmu? Milikmu. Milik itu adalah sifat, sifat tentang diri kita, yang melekat pada diri kita.
12.    Siapa yang kau benci? Mitos
13.    Anda mimpi apa? Belum tentu kenyataan
14.    Apa pekerjaan anda? Pekerjaan orang filsafat adalah membaca
15.    Apa bacaan anda? Yang ada dan yang mungkin ada
16.    Apa hobi anda? Sintesis
17.    Apa penyakit anda? Mitos
18.    Apa kenyataan anda? Sintesis
19.    Apa diluar diri anda? Anti tesis
20.    Logika mu apa? Analitik
21.    Apa kenyataan anda? sintesis
22.    Ngapain anda disitu? Mengada. Bagaimana kita dikatakan ada? Yaitu jika kita menyadarinya.
23.    Mana hasilnya? Pengada. Sebagai contoh, buku-buku yang ada saat ini adalah hasil pengadaan dari penerbit.
24.    Kapan anda bangun? Ketika sadar.
25.    Kapan anda tidur? Ketika tak sadar.
Hampir semua mahasiswa di kelas mendapatkan skor 0. Mengapa bisa demikian? Karena filsafat adalah olah pikir. Jawaban yang kita pikirkan belum tentu sama dengan yagn orang lain pikirkan. Bahkan untuk belajar dari seorang Pak Marsigit yang telah berusia sekitar 60 tahun, jika usia kita 23 tahun, maka kita memerlukan waktu kurang lebih 37 tahun belajar agar bisa mencapai level yang sama. Sementara kita belajar selama 37 tahun itu, usia Pak Marsigit juga telah bertambah 37 tahun. Kesimpulannya, belajar itu tidak akan pernah selesai. Sebenar-benar manusia adalah sempurna dalam ketidaksempurnaan, dan tidak sempurna dalam kesemppurnaan. Kita bisa memahami sesuatu itu karena ketidaksempurnaan kita. Sebenar-benar berfilsafat adalah terbebas dari zona nyaman berfikir. Tapi zona nyaman dalam hati itu harus diperjuangkan. Makna dari hidup kita adalah karena adanya keterbatasan. Jika tidak terbatas, tidak ada manajemen. Sebenar-benar hidup itu harus lengkap, yang terdiri dari, normatif, formal, dan estetika.


Comments