REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
Pertemuan ke 4
Kamis, 5 Oktober 2017
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.



Pada pertemuan yang ke empat kali ini, Pak marsigit memulai dengan memberikan tes tertulis singkat, yang kemudian diberikan pembahasan dari jawabannya. Berikut adalah beberapa jawaban dan pembahasannya:
1.      Berapa umurmu? Tak terhingga.
2.      Umurmu dari mana? Dari nol. Mulai dari nol sampai tak hingga.
3.      Kemana umurmu? Menuju ke infinity
4.      Mengapa umurmu? Infinite regress, terus berkelanjutan.
5.      Kamu menulis apa? Menulis bayangan, yaitu bayangan dari pikiran.
6.      Kamu mendengar apa? Mendengar tesis atau anti tesis tergantung dari cara memikirkannya. Semua yang ada ciptaan Tuhan adalah tesis. Berpikir itu adalah mensitesiskan dengan cara mencari anti tesis.
7.      Engkau melihat apa? Tesis
8.      Engkau memikirkan apa? Anti tesis
9.      Kamu berbicara dengan siapa? Anti tesis
10.  Kenapa engkau sedih?karena anti tesis
11.  Kenapa engkau menangis? Karena anti tesis
12.  Engkau sedang mengerjakan apa? Sintesis
13.  Pikiranmu ada dimana? Di atas kesadaran
14.  Kamu merasakan apa? Intuisi
15.  Jiwamu ada dimana? Di noumena, yaitu selain fenomena. Fenomena itu yang bisa di rasakan panca indera. Sedangkan noumena sebaliknya.
16.  Cita-citamu ada dimana? Ada di prinsip
17.  Apa buktinya? Segala bukti itu identitas. Identitas itu adalah sama. Dua macam prinsip di dunia yaitu identitas dan kontradiksi. Identitas itu pikiran ke atas sampai ke spiritual, turun ke bawah menjadi kontradiksi. Yang identitas itu adalah logika, sedangkan yang kontradiksi itu adalah kenyataan.
18.  Ilmu mu ada dimana? Didalam kontradiksi. Karena jika hanya identitas, maka tidak ada yang baru, maka tidak berilmu. Sebenar-benar berilmu adalah jika kontradiksi. Maka sebenar-benar ilmu ada didalam pengalaman.
19.  Sekarang jam berapa? Jam berjalan. Karena menjawab jam berapa tidak akan pernah tepat hingga ke detik-detiknya.
20.  Kamu mimpi apa? Mimpi refleksi atau pantulan. Maka refleksi dari kehidupan itu terpantul-pantul sehingga terjadilah mimpi.
21.  Kenapa kamu diam? Dikarenakan equilibrium. Sebab jika belum mencapai equilibrium, masih bergoyang-goyang. Maka sebenar-benar hidup adalah diam dalam keadaan bergerak. Sebenar-benar bijaksana adalah bergerak dalam keadaan diam.
22.  Kenapa engkau berbicara? Karena ini rumahku. Sebenar-benar diriku adalah rumahku.
23.  Kenapa engkau menulis? Karena anti tesis.
24.  Kenapa engkau terlambat? Karena mitos. Sebenar-benarnya tidak ada istilah terlambat. Terlambat disini tetapi tidak terlambat disana.
25.  Kenapa engkau marah? Karena determine, marah itu menjatuhkan sikap.
Demikian jawaban dari tes jawab singkat yang dibahas oleh Pak Marsigit. Maka sebenar-benar filsafat adalah olah pikir. Jadi, cara kita memandang sesuatu atau menjawab suatu pertanyaan akan berbeda-beda tiap individu. Jika kita ingin mengetahui olah pikir para filsuf yaitu dengan membaca. Setelah selesai pembahasan tes jawab singkat, kemudian perkuliahan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari beberapa mahasiswa. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaannya.
1.      Yang pertama adalah pertanyaan-pertanyaan dari saudari Widuri yang menanyakan
-  Pertanyaan mengenai rasa cemas. Sebenar-benar rasa cemas di dalam hati itu adalah godaan syaitan. Yang hanya bisa membantu mengatasi rasa cemas hanyalah Tuhan, maka dari itu kita harus selalu berdoa.
-  Pertanyaan yang berhubungan dengan kebaikan orang dan sebagainya. Jawabannya adalah melalui hermeneutika.
2.      Pertanyaan berikutnya dari saudari Wisniarti, yang menanyakan
-  Kenapa manusia yang sering melakukan dosa dikatakan bahwa kemampuan berfikirnya akan semakin berkurang? Berfikir itu variabelnya adalah benar dan salah. Sedangkan perasaan itu variabelnya adalah baik dan buruk. Jika seseorang selalu melakukan hal yang buruk, maka dia akan memiliki beban secara psikologis, sehingga menyebabkan kemampuan berfikirnya menjadi berkurang.
3.    Pertanyaan berikutnya dari saudari Devi yang menanyakan apakah jodoh itu yang menentukan kita atau Tuhan? Jodoh itu adalah takdir yang diberikan Tuhan melalui ikhtiar yang kita lakukan.
4.    Pertanyaan terakhir yaitu mengenai nerveous. Nerveous itu  disebabkan karena seseorang tidak ikhlas dan memaksakan diri. Sehingga untuk menghadapi nerveous adalah dengan cara selalu ikhlas dan tidak memaksakan diri. Sebenar-benar tidak nerveous itu jika disertai dengan pengalaman-pengalaman yang terakumulasi.

Filsafat itu terdiri dari tiga bagian yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi itu adalah metafisik dan hakekat, dibalik sesuatu, akan ada lagli sesuatu dibaliknya, dan seterusnya. Itulah yang disebut dengan infinte regress. Setinggi-tinggi ilmu, maka akan kalah dengan niat, motif dan tujuannya. 

Comments