REFLEKSI MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
Pertemuan ke 2
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Pada perkuliahan di pertemuan yang ke
dua ini, Pak Marsigit mengisi materi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari
mahasiswa dikelas, yang ditulis di kertas dan dikumpulkan. Berikut adalah
pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dan dibahas.
1. Pertanyaan pertama dari saudara Harri
yang menanyakan
-
Bagaimana
caranya agar bisa fokus dalam hidup? Pak Marsigit menjawab berdasarkan ukuran
beliau, yaitu bahwa fokus itu dimulai dari tidak fokus hingga menjadi fokus.
Sehingga fokus dan tidak fokus itu adalah penting, sesuai dengan keadaannya.
Misalnya saat kita tidur, kita tidak perlu fokus. Maka sebenar-benar hidup
adalah antara fokus dan tidak fokus. Berfokuslah kita pada ruang dan waktu yang
tepat.
-
Bagaimana
caranya agar tidak menunda pekerjaan? Maka Pak Marsigit menjawab dengan pola
yang sama seperti sebelumnya, yaitu bahwa ada saatnya pekerjaan itu harus
ditunda.
-
Bagaimana
cara belajar yang efektif dengan waktu yang terbatas? Kemudian dijawab dengan
pertanyaan permasalahannya adalah apakah semuanya itu harus efektif? Ada
kalanya sesuatu itu efektif dan ada kalanya tidak harus efektif.
-
Bagaimana
caranya agar bahagia menjalani hidup? Pak Marsigit menyatakan bahwa hidup itu
tidak hanya sekali ukur. Bahkan salah mengerjakan soal matematika pun penting,
supaya bisa sampai ke jawaban yang benar.
-
Bagaimana
cara mensyukuri kehidupan dalam dunia ini? Menurut beliau, cara bersyukur
adalah dengan berdo’a.
2. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya dari
saudara Syaiful Anwar yang menanyakan
-
bagaimana
menjadi orang yang giat? Giat itu harus diberi catatan agar tidak dimanfa’atkan
oleh orang lain. Giat yang perlu itu adalah giat dalam hal kebaikan. Dengan
demikian dalam hal ini, tidak giat pun penting, jika itu berhubungan dengan
hal-hal yang buruk.
-
Bagaimana
caranya agar rendah hati? Rendah hati adalah suatu hal yang penting. Rendah hati
itu mulia, selalu dalam do’a. Caranya yaitu dengan selalu mensyukuri, ikhlas
dan berdo’a.
-
Bagaimana
caranya agar mempertebal iman dan bagaimana agar hidup kita peka? Jika kita
ingin tidur, kita harus menghilangkan kepekaan kita.
-
Bagaimana
caranya menyikapi lingkungan? Jadilah kita bagian dari lingkungan itu.
3. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya dari
saudari Frenti yang menanyakan
-
Bagaimana
menjadi bahagia? Kadang-kadang tidak bahagia itu perlu, agar bisa merasakan
bahagia. Sedih juga punya makna.
-
Bagaimana
caranya agar mandiri dalam memenuhi keperluan pribadi? Mandiri itu adalah
profesional, bisa mengelola dunianya.
-
Bagaimana
mendapatkan pasangan yang beriman dan direstui orang tua? Kaitannya dengan
keikhlasan. Kuncinya adalah, berdo’a, ikhlas dan ikhtiar.
-
Bagaimana
menjadi manusia yagn bertubuh sehat dan kuat? Yang penting adalah diridhoi oleh
Tuhan.
-
Bagaimana
mewujudkan mimpi menjadi seorang traveller? Mimpi-mimpi ini adalah mimpi jangka
pendek yang parsial. Bisa jadi setelah terwujud, malah mengecewakan. Lebih baik
mimpi diperpanjang dan diperjauh.
4. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya dari
saudari Rahma Dewi, yang menanyakan
-
Bagaimana
menyikapi agar tidak dicap kacang lupa kulitnya? Apalah artinya cap. Jika hanya
itu yang dikejar, maka semuanya tidak akan tercapai. Sehingga kita menyikapinya
dengan pertemuan dan perpisahan yang hakiki, yaitu milik Tuhan. Sesungguhnya
itu adalah perjalanan menembus ruang dan waktu. Fenomena hidup itu spiritual
yang melingkar, tidak hanya linier.
-
Bagaimana
manyikapi masa tua? Jalani saja hidup ini apa adanya, bukan berarti menyerah
atau putus asa. Ada dua potensi dalam hidup, yaitu potensi fatal dan potensi
vital. Potensi fatal adalah takdir dari Tuhan. Potensi vital adalah ikhtiar. Jika
kita percaya pada takdir, maka semua takdir itu adalah baik.
-
Apakah
ada kebahagiaan hidup yang hakiki? Itu tergantung dari level dan dimensinya.
Jika sudah mencapai level spiritual yang advanced,
maka gapailah surga itu sekarang juga, jangan menunggu mati. Maka
kebahagiaan hidup yang hakiki itu jika kita bisa meraih surga itu sekarang. Jika
hidup gelisah, maka itulah neraka, yang datang dari godaan syaitan.
-
Dalam
siklus hidup manusia, apakah benar ada reinkarnasi? Ada dua unsur di dunia,
yaitu linier dan siklik. Linier itu berjalan terus, tidak bisa diulangi. Siklik
berarti berulang, misalnya perkuliahan filsafat tiap hari kamis, maka itu
adalah siklik. Maka kita di hari kamis minggu depan adalah reinkarnasi dari
kita di hari kamis ini. Demikian seterusnya. Itulah sebenar-benar reinkarnasi,
yaitu menemukan kembali jati diri pada perputaran siklik.
5. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya dari
saudari Riandika, yang menanyakan
-
Apa
yang paling dekat, paling jauh, paling mudah dan yang paling sulit? Jawaban
bisa berbeda tergantung situasi dan waktu. Ada jawaban formatif, jawaban
formal, jawaban harapan dan jawaban do’a. Yang paling dekat adalah Tuhan, yang paling mudah adalah semua (jawaban
filsafat), yang paling penting adalah pikirannmu. Yang palping jauh itu bisa saja, batu, laut, atau yang tidak kita
suka. Begitu juga yang paling sulit, semua bisa menjadi sulit atau bisa menjadi
mudah bagi diri kita.
-
Apa
yang harus dilakukan jika kenyataan tidak sesuai dengan rencana? Dengan cara
Hermeneutika, yaitu jalannya dunia itu, terjemah dan menterjemahkan,
berinteraksi, sehingga tidak akan saling menyalahkan. Sebenar-benar hidup
adalah Hermeneutika.
-
Apa
yang paling menarik di dunia ini? Semua yang ada dan yang mungkin ada itu
menarik, tergantung bagaimana konteksnya. Dalam konteks spiritual, yang menarik
itu yang baik-baik. Sedangkan dalam filsafat, tidak menarik itu adalah menarik
dengan derajat negatif.
6. Pertanyaan-pertanyaan berikutnya dari
saudara Habibullah, yang menanyakan
-
Mengapa
rejeki saya tidak selancar teman-teman saya yang lain? Itu adalah persepsi.
Jika dipersepsikan lancar, maka rejeki itu lancar. Jika tidak, ya tidak lancar.
Semua itu berdasarkan persepsi dan rasa syukur. Bisa jadi orang lain yang
melihat kita mengatakan bahwa rejeki kita lancar, sedangkan mereka tidak. Semua
jika disyukuri, akan berubah. Bahkan orang yang sudah bergelimang harta pun
bisa merasa bahwa rejeki nya tidak lancar jika dia tidak bersyukur. Sebetulnya
tidak ada orang di dunia ini yang miskin.
-
Apakah
setelah selesai kuliah S2 saya akan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang
saya targetkan? Ini adalah pertanyaan untuk diri sendiri. Bekerja dan tidak
bekerja adalah urusan diri kita sendiri. Bekerja adalah kreativitas kita.
Comments
Post a Comment